Rabu, 10 Maret 2021

Artikel Seputar Termometer



Mungkin anda sudah sangat familiar dengan yang namanya termometer? Ya. Termometer ini merupakan alat kesehatan yang cukup sederhana namun memiliki fungsi yang sangat penting. Termometer yang beredar di pasaran ada yang berbentuk digital  dan ada juga yang masih menggunakan air raksa atau alkohol sebagai pengukur suhu tubuh. Selain itu, termometer juga tersedia dalam beragam cara penggunaannya. Ada yang hanya diletakkan pada mulut, dahi, telinga, atau bahkan dicolokkan ke anus.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan termometer guna mendapatkan hasil yang akurat diantaranya :

-          Suhu tubuh normal : 36,5 - 37 derajat celcius

-          Tidak menggunakan termometer dengan segera setelah selesai makan, minum cairan dingin atau panas, dan merokok. Tunggulah sekitar 20-30 menit supaya hasil yang didapat lebih akurat

Berikut beberapa jenis termometer dan fungsinya :

1.       Termometer Resistor

Biasanya termometer resistor ini digunakan di pabrik-pabrik. Adapun cara kerjanya adalah dengan menghitung besarnya hambatan listrik sebuah benda. Yang mana, besarnya hambatan listrik tersebut akan berubah karena adanya perubahan suhu. Pada saat suhu naik, hambatan listrik pun akan naik.

2.       Termometer Six Bellani

Termometer yang menggunakan alkohol cair, air raksasa, dan uap alkohol sebagai pengukurnya ini berfungsi untuk mengukur suhu ruangan. Biasanya digunakan untuk mengukur suhu di rumah kaca.

Perlu diketahui bahwa termometer jenis ini memiliki dua indikator. Bagian kanan digunakan untuk menghitung suhu maksimum, sedangkan bagian kiri menghitung suhu minimum.

3.       Termometer Dinding

Termometer dinding ini merupakan termometer ruangan yang paling banyak digunakan untuk mengukur suhu ruangan di rumah. Untuk mengukur suhu ruangan, termometer jenis ini menggunakan air raksa sebagai indikatornya.

Namun, seiring dengan semakin canggihnya teknologi, kini banyak orang yang menggunakan termometer digital dibandingkan air raksa sebagai indikatornya.

4.       Termometer Digital

Termometer jenis ini terbuat dari bahan plastik yang berbentuk seperti pensil. Biasanya cara kerja termometer ini menggunakan sensor panas elektronik guna merekam suhu tubuh baik melalui ketiak, mulut, atau dubur. Khusus termometer melalui dubur, biasanya memiliki desain yang lebih elastis.

5.       Termometer Digital Telinga

Termometer digital telinga ini merupakan termometer yang memanfaatkan sinar inframerah untuk mengukur suhu di dalam liang telinga, tepatnya di gendang telinga (membran timpani).

Untuk menggunakan alat ini, anda cukup mengarahkan sensor inframerah tepat pada lubang telinga. Sebelum melakukan pengecekan pastikan telinga anda dalam keadaan bersih karena jika terhalang kotoran, maka hasil pengukuran suhunya akan menjadi tidak akurat.

6.       Termometer Dot Digital

Termometer jenis ini cukup unik karena memiliki bentuk yang mirip dengan dot atau empeng bayi sehingga cocok digunakan untuk anak-anak yang masih menggunakan dot. Selain itu, cara penggunaannya juga cukup mudah, anak tinggal menghisap termometer tersebut selama 3 menit guna mendapatkan hasil tubuh yang lebih akurat.

7.       Termometer Dahi

Termometer dahi atau termometer infrared ini berfungsi untuk mengukur suhu tubuh pada area dahi dan arteri temporal di pelipis dengan memanfaatkan sensor inframerah. Walaupun dapat memberikan hasil yang cepat, tetapi termometer jenis ini belum bisa dibilang memiliki tingkat keakuratan yang setara dengan termometer digital biasa.

8.       Termometer Air Raksa

Bisa dibilang termometer berbentuk tabung berisi logam cair berwarna perak (air raksa) ini termasuk jenis termometer yang paling sering ditemui. Nantinya, paparan panas pada suhu tubuh akan meningkatkan ketinggian air raksa di dalam tabung hingga mencapai titik yang menunjukkan suhu tubuh.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar